Datuk Penghulu Sei Nyamuk, Pak Presiden Nelayan kami menjerit, tolong mereka. Minggu, 15/02/2026 | 10:53 Redaktur: MD
Nelayan
ROKAN HILIR- Beritatime.com,Nelayan di Kepenghuluan Sungai Nyamuk, Kecamatan Sinaboi, Kabupaten Rokan Hilir, sebanyak lebih kurang 350 orang. Dari jumlah ini terdapat 95 persen ekonominya masih dibawah garis kemiskinan dan sangat mengharap perhatian dari pemerintah Kabupaten, Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Pusat.
Lemahnya ekonomi nelayan di daerah ini karena berbagaii faktor salah satunya alat tangkap yang kurang memadai, masih menggunakan alat tangkap nelayan tradisional.
Selain alat tangkap yang kurang layak, tempat tinggal para nelayan di Kepenghuluan Sungai Nyamuk ini juga memprihatinkan, dan juga mengharapkan program perumahan nelayan dari pemerintah.
" Ada lebih kurang 350 orang warga kami yang berprofesi sebagai nelayan, kondisi ekonomi mereka masih tergolong kurang mampu. Untuk itu kami sebagai pemerintah Desa terus berupaya bagaimana kemiskinan di masyarakat nelayan ini dapat diatasi dengan program pemerintah, seperti program perumahan dan bantuan alat tangkap, "kata Datuk Penghulu Sungai Nyamuk, Daryamin, Minggu (15/02/2026).
Ia menjelaskan, untuk lahan sudah dipersiapkan oleh pemerintah Desa jika ada program perumahan nelayan dari pemeriintah untuk masyarakat nelayan.
" Lahan sudah kami siapkan jika nanti dibutuhkan untuk program pembangunan perumahan nelayan, atau jika bisa masuk Program Transmigrasi Lokal Nelayan Tangkap"ujar Datuk penghulu Sungai Nyamuk.
Datuk Penghulu Daryamin berharap melalui pemberitaan ini aspirasi nelayan ini bisa langsung sampai ke Presiden RI Bapak Prabowo Subianto dan Kementrian terkait.
" Kita berkeyakinan jika aspirasi masyarakat nelayan Sungai Nyamuk ini diketahui bapak Presiden Prabowo beliau akan turunkan program untuk nelayan kita karena pak Presiden begitu peduli dengan kepentingan rakyat kecil, " ujarnya.
"Kemudian kita ketahui bahwa banyak program unggulan nelayan di bawah kepemimpinan bapak Presiden Prabowo Subianto seperti Modernisasi kawasan pesisir dengan fasilitas lengkap seperti cold storage, pabrik es, dermaga, SPBU nelayan, serta perbaikan permukiman. Modernisasi Armada dan Alat Tangkap: Bantuan kapal ikan yang lebih besar (hingga 30 GT) untuk meningkatkan jangkauan tangkap, bahkan hingga program Peningkatan kualitas hidup yaitu menyediakan infrastruktur penunjang seperti fasilitas sosial, klinik/apotek, serta kelistrikan dan panel surya. Program ini bertujuan meningkatkan produktivitas, mengurangi food loss, dan meningkatkan pendapatan nelayan hingga 100 persen, sekaligus memperkuat ketahanan protein nasional, Dengan banyaknya program unggulan nelayan ini kita berkeyakinan sampai ke daerah kami Desa Sungai Nyamuk, " Ujar Datuk Penghulu optimis.
Berdasarkan data dirangkum Redaksi bincangriau.com dari berbagai sumber jumlah nelayan perikanan tangkap di Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau tahun 2024 tercatat sebanyak 12.670 orang. Data tersebut menunjukkan penurunan dibandingkan tahun 2022 sebanyak 16.653 orang dan tahun 2023 sebanyak 12.805 orang. Dimana data tahun 2025-2026 belum berhasil dihimpun.
Untuk perairan umum daratan, jumlah nelayan di Rokan Hilir cukup stabil, tercatat sekitar 2.408 orang pada periode 2022-2024.
Nelayan di Kabupaten Rokan Hilir tersebar di wilayah pesisir, khususnya Kecamatan Sinaboi, Bangko, Kubu, dan Pasir Limau Kapas.
Lebih dari 90% penduduk di beberapa kecamatan pesisir seperti Bangko, Sinaboi, Kubu, Pasir Limau Kapas adalah nelayan.
Rokan Hilir, khususnya Bagansiapiapi, secara historis merupakan penghasil ikan terbesar nomor dua di dunia.
Mayoritas nelayan tradisional masih menggunakan kapal kecil dan sampan dayung. Masalah yang sering dihadap nelayan Rokan Hilir meliputi keterbatasan alat tangkap, cuaca, dan kadang berhadapan dengan usaha Illegel Fhising yang menyebabkan hasil tangkap nelayan Rokan Hilir jadi berkurang.
Di tempat terpisah, M. Nizar Akas ketua DPC PATRI Rohil menegaskan, sikapi kondisi ini hendaknya Pemda Rokan Hilir melalui Dinas Terkait bergegas untuk jemput bola ke pusat, tampung aspirasi dari Kepenghuluan yang ada untuk sinergikan Program Pusat demi percepatan entaskan kemiskinan bagi para Nelayan di Rokan Hilir.
"Kasihan uyang kito para Nelayan" Tegas Akas. Pemda Rokan Hilir melalui perangkat nya harus bijak dalam memanfaatkan peluang yang ada, jika OPD hanya fokus dengan menghabiskan anggran APBD yang ada, Rokan Hilir kedepannya akan lambat kemajuannya.(Rls)
Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan WA ke 085643333586
via EMAIL: [email protected]
(mohon dilampirkan data diri Anda)